Cerita Angga dan Ucup dari Festival Gakkum

Hai Trashiers, kembali lagi ada yang nongol di laman kita ini. Kali ini tulisan dari Angga dan Ucup yang telah meluangkan waktu buat dateng ke pameran Gakkum (itu kepanjangan dari Penegakkan Hukum-salah stu direktorat di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan). Ini ya tulisan lengkapnya.

Sesie diskusi dalam festival Gakkum

Alhamdulillah, Rabu 23 Juli 2019. Gw, Angga Priatna dan Ucup berkesempatan hadir di pameran Gakkum.
Terdapat beberapa stand pameran inventaris Gakkum, mulai dari PDL mahal yang bikin mupeng, sitaan hewan liar yang sudah di airkeraskan, dan yang menarik adalah drone LSU 02 NGLD buatan Lapan yang mampu menjangkau tempat tempat terjauh.

Digunakan untuk memantau ilegal fishing, pemetaan topografi darat, termasuk wilayah kerusakan akibat ilegal logging dlsb.

Di sini gw juga dapat 3 buku gratis, yang diinventarisir ke Ucup untuk keperluan Trashi.

Juga link terkait ebook yang bisa kamu download.

Menurut dirjen Gakkum (Rassio Ridho S.) dalam sesi diskusi, selama 3 tahun sejak pembentukannya, Gakkum telah melakukan 1060 operasi penindakan LH

Tentunya ada prosedur yang mereka lalui, mulai dari unit penyidikan melakukan investigasi hingga tahap penyergapan, dan KLHK menjadi satu satunya kementrian yang memiliki lembaga penegakan hukum dengan beberapa kantor cabang yang tersebar di Indonesia.


Salah satu prestasi Gakkum adalah penindakan llegal logging di Bangka Belitung. Sejak 2015 hingga tahun ini, angka ilegal logging di Babel turun signifikan. Tentunya hal ini juga melibatkan usaha dari TNI, Polri, dan masyarakat atau organisasi peduli lingkungan juga.


Gakkum lahir dari inisiatif Presiden RI dan menteri LH terkait dengan maraknya kejahatan lingkungan, sedang Indonesia adalah negara yang memiliki biodiversitas terbanyak di dunia.

Dari segi payung hukum, sebetulnya UU di negeri ini sudah memberi perlindungan bagi konservasi SDA, hanya saja penegakan hukumnya yang lemah.

Kejahatan LH terjadi dikarenakan:

  1. Ketidaktahuan masyarakat.
  2. Moral Hazard kebiasaan masyarakat dan menyepelekan hukum.
  3. Niat jahat atas dasar keuntungan.

Terakhir, Dirjen Gakkum juga meminta masyarakat untuk mendukung Gakkum, khususnya lewat media sosial dan ikut serta melaporkan kejahatan LH.

DR. Amanda Katili dari Climate Reality Indonesia. Lembaga yang dibuat atas inisiasi mantan Wapres A.S, Al Gore ini telah menjangkau 150 negara dan 20.000 relawan, 300 di antaranya dari Indonesia.

Intinya, medsos diminta untuk ikut mendukung penegakan hukum terhadap kejahatan LH.

Berdasarkan data dari UNEP dan Interpol, kejahatan LH menduduki posisi ke 4 di dunia. (1. Narkoba. 2. Pemalsuan. 3. Perdagangan manusia).

Sedangkan, lima besar kejahatan LH adalah:

  1. Perdagangan satwa liar
  2. Ilegal fishing
  3. Ilegal logging
  4. Pencemaran
  5. Pertambangan.

Saat ini di dunia terdapat sedikitnya 500 platform media sosial yang bisa digunakan untuk melawan kejahatan LH.


Tajuk “Climate Crysis” yang diwacanakan Al Gore, ia mengajak volunternya untuk memviralkan kejahatan LH dengan cara cara yang mendidik lewat platform whats app, telegram, FB, IG, dll.

Al Gore sendiri memviralkan 24 jam sehari lewat website-nya.

Ada beberapa strategi yang mereka gunakan:
Watching party, facebook live, thunder clap, dll

Intinya: Mengedukasi masyarakat dan melibatkan mereka melawan kejahatan LH.
Dua narsum lainnya: Dhika Winata dan Bayu Dwi Mardana mungkin Ucup catat. Aku gak sempat catat karena lagi sibuk menyiapkan pertanyaan.
Pertanyaan:

Bagaimana cara mengupload kejahatan LH tanpa rasa takut / cemas. Karena dilingkungan saya, kerusakan Gunung Tampomas sudah melibatkan unsur masyarakat, pemerintah, dan pasir tambangnya digunakan untuk pembangunan jawa barat
Jawaban:

“Laporkan kepada kami, nanti akan kami pelajari, lakukan penyidikan, dan status aktivitas tambang tsb…”. (Dirjen Gakkum)

Ucup dan Angga

” sampaikan lewat IG, Twitter, mention lambe turah, atau yang banyak folowersnya dengan kalimat yang asik, nggak menjustifikasi”
(Bayu Dwi Mardana)
“Viralkan ttg video edukasi kerusakan tambang kpd masyarakat, jangan langsung to the point, agar mereka mengerti”
(Amanda)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *