Menyiram pestisida alami
Menyiram pestisida alami

Kampung Sarongge, 10 Maret 2016 – “Ayoo.. 3 menit lagi selesai!” teriak kak Ucup, salah satu kakak volunteer TRASHI. “Sebentar kak, tambah 10 menit lagi yaah..” jawab sekumpulan anak-anak tak kalah lantangnya, kompak.

Anak-anak itu ternyata tak mau beranjak dan masih asyik menumbuk dedaunan, sedangkan yang lain sedang asyik menanam sayuran.

Suasana yang seru itu terlihat pada kegiatan Sharp Greenerator: Organik dan Mata rantai pengelolaan Sampah, yang diselenggarakan oleh Transformasi Hijau dan didukung oleh PT SHARP Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenal sistem pertanian organik, mengenal manfaat dan pentingnya sistem pertanian organik, membedakan sistem pertanian organik dan konvensional, mengenal bahaya Styrofoam dan membuat pengelolaan sampah mandiri.

Sebanyak 18 siswa dan 4 guru yang berasal dari 3 sekolah – yaitu SMA Plus YPHB Bogor, SMAN 4 Cibinong, dan SMPN 13 bogor – mengikuti kegiatan yang dilaksanakan di Kampung Sarongge, Desa Ciputri, Kabupaten Cianjur.

Kampung Sarongge merupakan sebuah kampung ekowisata yang berada di kaki Gunung Gede Pangrango. Di kampung ini terdapat pertanian sayur organik yang dikelola oleh kelompok petani muda.

Difasilitasi langsung oleh 3 orang petani muda dan 2 orang fasilitator dari UNAS, peserta dibagi menjadi 4 kelompok untuk belajar mengenai 4 hal yang menarik, yaitu: Membuat pupuk cacing dan pestisida alami, Praktek menjadi petani, Cerita dari Kebun Sarongge, dan Belajar menguji kualitas tanah.

Menumbuk ramuan pestisida alami
Menumbuk ramuan pestisida alami
Belajar berkebun organik
Belajar berkebun organik
Belajar tentang kualitas tanah
Belajar tentang kualitas tanah

Selain itu, peserta didorong untuk membuat perencanaan pengelolaan sampah mandiri dan menghindari penggunaan kemasan Styrofoam.

Tentang Sharp Greenerator

Sharp Greenerator merupakan komunitas pelajar dan anak muda cinta lingkungan yang dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan generasi muda mengenai pentingnya pelestarian lingkungan dan konservasi keanekaragaman hayati.

Program komunitas ini diinisiasi oleh PT Sharp Indonesia dengan didukung oleh beberapa lembaga, yaitu Pusat Konservasi Tumbuhan – Kebun Raya Bogor ( LIPI ), Transformasi Hijau, WWF Indonesia, Yayasan BOS, dan Yayasan TERANGI.

Join the Conversation

1 Comment

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *