Peserta Jakarta Bird Walk
Cibubur (6/7), enam belas pengamat burung alias birdwatchers, yakni dari KPB Nycticorax, KSHL Comata UI, Jakarta Birder, Transformasi Hijau (Trashi), bahkan Field Herping Indonesia (FHI) dan CMC Acropora ikut berpartisipasi dalam program bulanan yang sudah dicanangkan sejak 13 April 2013 oleh semua birdwatchers seantero Jakarta dan sekitarnya untuk melakukan pengamatan burung berjamaah di ruang terbuka hijau (RTH) kisaran Jakarta setiap bulannya dan perdana dimulai di hutan kota UI, Depok (4/5). Kali ketiga ini, edisi bulan Juli, Jakarta Bird Walk (JBW) dilaksanakan di arboretum Cibubur. Berbeda dengan sebulan lalu di hutan kota Srengseng (1/6), dengan 26 birdwatchers yang terdiri dari seperti yg disebutkan sebelumnya plus BBC UNAS, KPB Nectarinia UIN, Pengamat Burung Indonesia (PENGABDI), Jakarta Birdwatcher’s Society (JBS), dan Indonesia Wildlife Photography teramati 27 spesies burung, sedangkan pada JBW bulan ini hanya teramati 22 spesies.
Untuk di dalam arboretumnya sendiri jumlah yang teramati sangatlah sedikit, dengan memperluas area pengamatan hingga ke bumi perkemahannya barulah didapat jumlah spesies burung sebanyak 21. Hal ini mungkin dikarenakan cuaca pengamatan yang cukup mendung saat itu dan kurangnya keheterogenan vegetasi di arboretum, sehingga burung-burung yang tinggal di sana hanyalah spesies-spesies tertentu yang memiliki cukup sumber makanan sesuai vegetasi di sana. Di luar arboretum, sepanjang jalur utama, dapat ditemui burung-burung kosmopolit seperti 1) Burung Gereja Eurasia (Passer montanus), 2) Kutilang (Pycnonotus aurigaster), 3) Walet Linchi (Collocalia linchi), dan 4) Tekukur Biasa (Pericrocotus cinnamomeus) karena area ini sudah ramai dengan pedagang makanan dan pengunjung yang tidak jarang membuang sisa makanannya.

Berikut spesies burung yang juga ditemui di kitaran Arboretum dan Bumi Perkemahan Cibubur:

5) Wiwik Uncuing Cuculus sepulcralis
6) Cabe Jawa Dicaeum trochileum
7) Cinenen Jawa Orthotomus sepium
8) Cipoh Kacat Aegithina tiphia
9) Bondol Jawa Lonchura leucogastroides
10) Caladi Tilik Dendrocopos moluccensis
11) Caladi Ulam Dendrocopos macei
12) Kacamata Biasa Zosterops palpebrosus 
13) Wiwik Kelabu Cacomantis merulinus
14) Kapinis Rumah Apus nipalensis 
15) Burung Madu Kelapa Anthreptes malacensis 
16) Kekep Babi Artamus leucorynchus
17) Layang-layang Batu Hirundo tahitica
18) Burung Madu Sriganti Cinnyris jugularis
19) Cekakak Sungai Todirhamphus chloris 
20) Sepah Kecil Pericrocotus cinnamomeus
21) Srigunting / Kedasi ? Dicrurus sp. / Surniculus sp. ?
22)          Bondol Peking                        Lonchura punctulata

Cinenen Jawa Orthotomus sepium (Foto : Desi Ayu Triana)
Pengamatan diakhiri dengan berkumpulnya 3 kelompok besar pengamat yang tadinya berpencar untuk berdiskusi dan sharingcerita pengamatannya sekitar pukul 12 siang. Lucunya pas ditanya “jadi, apa burung of the day mu hari ini?” kak Derry dari FHI menjawab, “Burung Gereja!“. Hahaha mungkin karena sangat minimnya perjumpaan dengan burung liar di kawasan Arboretum Cibubur ini. Ada lagi kata Sandy (Comata), “burung-burungnya pada ngumpet, susah, di atas-atas, cuma dapet audionya doang“, dan benar, dia memperdengarkan suara burung yg direkam menggunakan hapenya. Setelah didengarkan, kak Khaleb (Jakarta Birder) dan kak Derry meyakini bahwa itu adalah suara Cinenen Jawa yg mana suaranya lebih panjang dan lama dibandingkan dengan Cinenen Pisang (O. sutorius) ataupun Kelabu (O. ruficeps). Tata (Trashi) menambahkan, “pengamatan burung sekalian pengamatan capung hehe“, karena ternyata kelompoknya sekalian mengamati capung-capung yg ada. Ada lagi yg unik, Cheli (KPB Nycticorax) bilang dia dan kelompoknya dikomandani Hafi (KPB Nycticorax) memakan buah yg enak karena mengikuti monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) yang juga memakannya terlebih dahulu, buah itu berbentuk bulat tapi berwarna seperti jamblang – ungu kehitaman.

Meski hanya berenam belas, tapi ternyata JBW kali ini tetap berhasil, alhamdulillah! And next upJBW edisi bulan Agustus akan jatuh pada hari Sabtu (3/8) di Senayan, yuk ikutan, see ya! Siapapun boleh ikutan menikmati RTH yang masih Jakarta miliki dan mengenali burung-burung liar nan cantik yg mendiaminya, but dont forget to keep the beauty of nature, no littering, no wildlife trading! đŸ˜‰

berbeda komunitas bukan berati tidak bisa bersatu kan? kami membentuk ekosistem bernama dunia burung! birdwacthers on a monthly birdwatching, Jakarta Bird Walk ^^


Penulis : Desi Ayu Triana (Eci)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *