Pulau Kelapa sebagai kota Kecamatan Seribu Utara namanya kalah tenar dibandingkan dengan pulau tetangganya, yaitu Pulau Harapan. Mirip seperti pertanyaan turis asing “Indonesia itu di sebelah mana Bali?” Kondisi serupa juga yang kadang kerap ditanyakan warga Jakarta “Pulau Kelapa di sebelah mana Pulau Harapan?”

Munculnya pertanyaan ini tidak dapat dipungkiri, karena di kalangan pelancong domestik, Pulau Harapan memberikan nuansa wisata yang menarik dibandingkan Pulau Kelapa yang merupakan tipikal pulau pemukiman. Banyaknya paket wisata ke Pulau Harapan menjadi salah satu terkenalnya nama pulau tetangga tersebut.

Pulau dengan luas wilayah 13,09 hektar dan dihuni oleh 5.023 jiwa ini dinobatkan sebagai pulau terpadat kedua di Kepulauan Seribu setelah Pulau Panggang. Pulau ini berada di wilayah Kelurahan Pulau Kelapa. Selain itu masih ada pulau tetangga yang masih dihuni oleh warga pindahan Pulau Kelapa, yaitu Kelapa Dua. Jarak kedua pulau ini tidak lebih dari 500 meter. Jika ada yang berniat menyeberang pulau dengan berenang, jarak tersebut tentu tidak jauh untuk ditempuh. Jangan khawatir, bagi yang tidak bisa berenang, tersedia angkutan kapal ojek untuk penyeberangan yang beroperasi 24 jam. Untuk sekali menyeberang penumpang akan ditarik ongkos Rp 2.000,-

Lalu di mana letak Pulau Kelapa ini? Jarak dari Muara Angke dengan garis lurus berdasarkan pengukuran dengan Google Earth mencapai 60 Km. Dari pelabuhan Muara Angke ada 2 pilihan pemberangkatan. Pilihan pertama adalah dermaga penumpang Muara Angke yang jadi satu dengan pelabuhan ikan. Di dermaga ini penumpang bisa menggunakan jasa penyebarangan kapal ferry. Untuk sekali jalan rute Muara Angke – Pulau Kelapa, kita harus merogoh kocek Rp 35.000,- Waktu tempuh sekitar 3 jam saat laut tenang. Jika gelombang dan arus kencang, jarak tempuh ini akan menjadi lama.


Pilihan yang kedua, bisa melalui dermaga perhubungan yang terletak di Kali Adem. Dermaga yang dimiliki oleh Dinas Perhubungan Pemprov DKI ini menawarkan dua jenis kapal cepat, yaitu KMP Lumba-Lumba dan KMP Kerapu. Waktu tempuh pastinya lebih pendek, yaitu berkisar 1,5 jam. Jadwal operasi kapal cepat ini bergantung pada cuaca. Jika gelombang tinggi, pemberangkatan dibatalkan demi keselamatan penumpang.

Apabila dilihat dari keanekaragaman dunia bawah lautnya, Pulau Kelapa termasuk dalam zona Taman Nasional Kepulauan Seribu. Di Pulau Kelapa Dua terdapat kantor Seksi Pengelolaan Taman Nasional – SPTN 1. Kantor ini memiliki wewenang dalam mengawasi dan mengelola pemanfaatan potensi taman nasional.

Jika ingin menjelajah keberagaman dunia bawah laut Pulau Seribu, silahkan gunakan Pulau Kelapa sebagai awal penjelakahan Anda. Mulai dari Pulau Kelapa, Anda bisa menjelajah ke 6 hingga 8 pulau-pulau kosong maupun pulau resort yang ada di utara Pulau Kelapa. Banyak kisah unik dan menarik dari pulau-pulau utara di Kepulauan Seribu ini. Mulai dari Pulau Panjang yang digadang-gadang menjadi Bandara kepulauan Seribu, indahnya dunia bawah laut Pulau Bulat dan reruntuhan pesawat tempur Jepang di dasar laut Pulau Kelapa.

Potensi wisata Pulau Kelapa ini belum banyak dilirik pelancong dari Jakarta, karena sedikitnya informasi tentang keberadaan pulau padat penduduk ini. Kekurangan lahan untuk membangun homestay serta alih fungsi pantai menjadi lahan hunian membuat Pulau Kelapa tidak menarik untuk dilirik. Namun bagi yang tertarik dengan sejarah dan budaya pulau, serta ingin berinteraksi langsung dengan penduduk, Pulau Kelapa adalah pilihan yang tepat. Anda bisa menginap di rumah penduduk, berbaur menjadi satu dengan kehidupan warganya. Berbagai kisah menarik yang jarang ditemukan wisata kebanyakanpun akan Anda dapatkan dari pemilik tempat penginapan Anda. 

Selamat menjelajah uniknya Pulau Kelapa. Bagikan pengalaman menarik Anda melalui foto serta tulisan di dunia maya. (Hendra Aquan – TRASHI)


Join the Conversation

1 Comment

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *