Puluhan anak muda Indonesia, dari berbagai kampus, berbagi cerita, pengalaman dan mimpi di Future Leader Summit (FLS) 2013. Acara yang digagas oleh Organisasi Kepemudaan Pemimpin Nusantara ini berlangsung meriah.  FLS berlangsung dari tanggal 18 – 19 Mei 2013 di Semarang.

FLS sebagai wadah berbagi dan berjejaring anak muda Indonesia ini sangat menarik. Berbagai isu yang tumbuh di masyarakat seperti lingkungan, pendidikan, kesehatan, hal asasi manusia, pengembangan bisnis serta seni budaya dibahas dan dikupas bersama para praktisi di bidangnya. 

Dalam kegiatan ini Hendra Aquan, Direktur TRASHI mendapat kesempatan untuk berbagi pengalaman ber komunitas di sesi Room Environment. Sesi yang berlangsung selama 90 menit ini mengajak para mahasiswa untuk berpikir kritis dan kreatif menggunakan mind map.

Tahukah Anda, otak manusia merupakan bagian tubuh manusia yang paling berharga. Berbagai pengetahuan manusia bisa tercipta melalui pemberdayaan maksimal fungsi otak. Namun pada kehidupan nyata, fungsi otak tersebut belum dimanfaatkan secara penuh. Mind map adalah salah satu cara yang digunakan untuk mengelola dan menampilkan ide dalam bentuk yang sederhana dan mudah dipahami orang lain.

Pada sesi ini, Hendra mengajak peserta untuk menggunakan fungsi otak kiri dan kanan dengan bermain, mendengarkan musik dan menggambar simbol sederhana. Cara praktis tersebut dipakai untuk memicu kerjasama antara otak kiri yang berpikir logis dan tertata dengan otak kanan yang berpikir secara khayalan dan mencipta. Selain itu, peserta juga diajak mengumpulkan ide sebanyak mungkin dengan bermain imajinasi tentang pemanfaatan plastik kresek, sapu lidi dan serbuk kayu. 

Tahap selanjutnya, peserta diajak membuat mind map rencana kegiatan pasca FLS 2013. Dalam waktu 20 menit, 5 kelompok kerja di room environment ternyata mampu memaksimalkan potensi otak kiri dan kanan mereka. Terbukti dalam waktu singkat, berbagai gagasan dan rencana kegiatan dengan mudah mengalir dalam bentuk gambar berwarna yang menarik.
Ide para peserta ini cukup beragam, mulai dari pemanfaatan ilmu teknis untuk pengelolaan limbah kota, pendampingan para kelompok petani dalam pemanfaatan pestisida organik hingga pengembangan desa agrowisata. Proses belajar yang berlangsung singkat ini harapannya bisa menjadi pemacu semangat belajar mahasiswa untuk mengembangkan ide kegiatan dan berbagi ilmu melalui kegiatan praktis di masyarakat. (Hendra Aquan – Direktur TRASHI).




Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *