Siswa SD St. Bellarminus bersama fasilitator (Foto: Eci Desi)
Kamis, 28 Februari 2013, sekitar pukul 07.30, Saya bersama Hafidza sampai di Suaka Margasatwa Muara Angke(SMMA), Jakarta Utara. Di sana sudah ada Eci dan Maul (teman sekelas) dan juga ada Dewi, Ka Seken, Neo, dan Ucup(Trashi), sebagai teman barunya. Kami bersama briefing sebelum memulai acara. Menengok peta panduan yang sudah dibuat dari pihak Trashi, merencanakan games sederhana untuk pembagian kelompok, dan menetapkan job masing-masing. Saya ditempatkan di pos Burung bersama Eci. Oh ya, di kegiatan ini ada tiga pos, pos sampah, pos mangrove, dan pos burung. Selesai briefing Kami menunggu peserta,anak-anak SD St.Bellarminus yang sedang dalam perjalanan. 

Sesampainya mereka di SMMA, langsung pembukaan dan pembagian kelompok. Masing-masing anak mengambil undian yang di dalamnya tertera salah satu nama kelompok. Ada tiga nama kelompok yang tersedia, yaitu kelompok bebek, kelompok kambing, dan kelompok monyet. Setiap anak di himbau untuk menutup mata, menirukan suara hewan dari hasil undian yang di dapat, dan mencari sumber suara yang sama dengan apa yang dibunyikannya. Cukup lucu melihat mereka yang berisik berseru menirukan suara hewan dengan tangan yang bergerayangan mencari teman satu kelompoknya. Pembagian kelompok usai. Saya langsung bergegas menuju pos Burung. Dengan bekal binokuler sebagai penunjang. 

Di pos burung, Saya dan Eci langsung pengamatan mencari spot. Dapat. Kami menemukan spot yang langsung tanpa terhalang untuk melihat Pecuk Ular Asia dan Cangak Abu yang sedang santai bertengger di ranting. Di jembatan danau yang terhampar Lemna minor (mungkin) dengan beberapa Nipah. Datang rombongan pertama. Sedikit diberi pengarahan dan diberitahu ada burung Pecuk Ular Asia dan Cangak Abu yang sedang bertengger, mereka antusias untuk melihatnya dan belajar menggunakan binokuler. Mereka berbaris untuk bergantian mencoba melihatnya. Saya memberi petunjuk keberadaan burung tersebut. Mengarahkannya hingga ia dapat melihat burung yang di maksud, juga menanyakan ciri-ciri serta warna dari burung yang ia lihat dan memberi tahu nama dari jenis burung tersebut. Beda cerita dengan anak yang susah sekali menemukan posisi burung yang sedang bertengger mengumpat di sela dedaunan. Agak protes dan tak puas dengan menggunakan binokuler yang hanya sebentar. Teman antrian belakangnya bergumam sebal dan lekas menggoda. Dan tetiba ada Blekok sawah yang sedang terbang. Saya semangat memberitahu dan anak-anak langsung mencari sumber yang dibicarakan. Mereka berseru, antusias, merasa senang karena baru melihat burung tersebut. 

Mengenai kelakuan yang lainnya, mereka berebut posisi barisan ingin menjadi yang lebih depan , berceloteh dengan temannya selagi menunggu antrian. Ada pula yang berebut bertanya mengenai perilaku burung yang sedang mengembangkan sayapnya saat itu. Saya memancing jawaban mereka sebelum memberitahu jawabannnya. Anak-anak cerdas dengan rasa keingin tahuan yang tinggi.  Atmosfer anak-anak terasa begitu kental, saya menjadi terkekeh sendiri melihat kelakuan mereka. Tanpa sadar juga banyak menceracau , memberi arahan petunjuk, menjawab pertanyaan, berinteraksi dengan setiap anak-anak dari semua kelompok yang bergantian mengunjungi pos burung.  Rasa senang melihat anak-anak yang antusias menghapuskan dahaga yang menggelayut. 

Singkat cerita, selesai pos to pos, mereka kembali ke tempat berkumpul semula. Menggambar hasil yang mereka dapat dari field trip ini di atas kertas yang cukup besar secara berkelompok. Merasa kagum melihat hasil karya mereka yang unik. Salah satu kelompok menghasilkan karya terbaik, gambarnya rapi dan jelas. Ada pula kelompok yang memang terlihat berantakan tetapi proses menggambarnya unik, setiap anggota kelompok diberikan kebebasan untuk menggambar apa saja sesuai kreatifitas dengan lokasi yang suka-suka tanpa ada ketentuan dari temannya yang lain. Selesai mengerjakan gambar tersebut, secara berkelompok mereka berdiri di hadapan teman-temannya menceritakan gambar yang sudah mereka buat. Meski suasana kurang kondusif karena anak-anaknya terlalu aktif, sibuk ngobrol dan ada yang jalan-jalan, tetapi di ujung presentasi di hadiah kan tepuk tangan oleh semuanya dengan di pimpin oleh Neo. 

Neo sebagai pembawa acaranya kali ini. Tepat sekali. Ia terlihat handal menangani anak-anak ajaib tersebut. Lucunya, ada salah satu kelompok yang menggambar orang, katanya itu gambar orang lari saat di kejar monyet. Membuat tertawa mendengarnya, pemikiran yang masih polos. Di penghujung waktu kami foto bersama anak-anak. Anak-anak keluar lokasi SMMA, dan kami melakukan evaluasi bercerita tentang rangkaian pengalaman hari ini. Dari saya pribadi, ini adalah pertama kali saya ikut guiding anak sekolah. Pengalaman yang menyenangkan bersama anak-anak yang bisa di bilang sangat aktif itu, menguji kesabaran menghadapinya, maklum saja masih SD. 

Merasa senang juga karena telah membagikan apa yang saya tahu kepada mereka yang terlihat senang juga mengetahuinya dan berharap menjadi pembelajaran yang baik. Sedikit kelimpungan pula menghadapi kelakuan mereka saat di pos burung yang telah saya paparkan di atas. Meski cukup lelah tapi ini menyenangkan. Terima kasih untuk semua rekan yang terlibat, dan juga Trashi(Transformasi Hijau). Semoga pengalaman mengenai lingkungan hidup yang kita berikan bermanfaat untuk mereka. Aamiin. (Ade Muliati – Volunteer TRASHI)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *