Menguak Misteri Jalan Inspeksi Kali Grogol

Ada yang pernah tahu di mana lokasi kali Grogol ? Atau pernah iseng menjelajahi jalur tepi kalinya? Minggu lalu (04/02/2012) saya berkesempatan mengintip sisi lain kali Grogol ini. Penelusuran ini dimulai dari daerah Palmerah Barat. Kawasan pemukiman padat penduduk ini didominasi warga yang berprofesi sebagai pedagang. Sebagai kawasan pedagang, maka dengan mudah ditemukan gerobak tukang bakso, mie ayam, dan makanan sejenisnya. 

Lokasi yang terlihat cukup tertata dan tidak terlalu kotor ini berada di wilayah RW 08. Bisa dibilang cukup mengejutkan untuk pemukiman dengan tipikal rumah kecil, beratap seng. Setidaknya, jarang ditemui sampah yang berserakan. Di beberapa bagian rumah warga ada yang menanam tanaman dalam pot. Cukup memberi kesan asri untuk kawasan padat tepi kali Grogol ini.

Menengok sedikit ke kalinya, air berwarna abu-abu sedikit hitam dan terlihat sampah di pinggir kali. Sepertinya masih banyak warga yang memanfaatkan kali sebagai tempat sampah. Beberapa sampah ada yang hanyut dibawa aliran kali. Namun ada juga yang tersangkut di pinggiran kali. Tidak dari lokasi ini ada sebuah jembatan. Di dekatnya kita bisa menemukan tumpukan sampah yang tidak banyak. Tumpukan sampah ini sepertinya belum diangkut oleh petugas kebersihan. Namun, melihat posisinya yang mepet dengan  kali, peluang sampah untuk hanyut bersama aliran kali Grogol tentu sangat tinggi.
Kali dengan lebar sekitar 2 – 5 meter ini di tepiannya terdapat penahan dinding yang dibuat miring, terbuat dari batu, yang dipastikan bukan jenis batu kali. Dinding penahan sungai ini membentang  sepanjang jalan inspeksi yang dilewati. Jalan inspeksi kali Grogol ini termasuk sepi dan nyaman kalau akan ditelusuri dengan berjalan kaki. Rute track ini  akan berakhir di Slipi Jaya. 

Penelusuran tepian kali Grogol ini berlanjut hingga wilayah RW 03. Di wilayah ini ditemukan banyak rumah yang tidak memiliki halaman, namun di tepi jalannya terdapat barisan tanaman berpot. Selidik punya selidik, wilayah ini pernah disambangi program Jakarta Green and Clean pada tahun 2007Hasilnya memang cukup berbeda dibanding dengan lokasi sebelumnya. Di RW 03 ini, kondisinya terasa terlihat lebih adem. Tanaman penghijauan terlihat di beberapa gang. Bagaimana dengan sampahnya? Ya, masih ada beberapa yang berceceran di jalan, yang pasti tidak ada sampah menumpuk.

Di tepi kali Grogol ini, saya masih bisa menemukan sisa peradaban pohon besar tepi kali juga ternyata. Berlokasi di sisi komplek perumahan PU dan Hankam, banyak ditemukan pohon besar yang masih bertahan. Uniknya, di sini saya tidak menemukan sampah. Tanaman tepi kalinya juga beragam, selain tanaman besar, saya masih bisa menemukan semak-semak juga. Area ini terlihat teduh dan nyaman, seperti hutan mini. Mungkin awalnya taman yang tidak terawat, mungkin juga memang dibiarkan saja. Tapi pinggir sungai jadi terlihat cantik karena ada kerumunan si hijau yang liar ini. Uniknya lagi, ada saja warga yang memanfaatkan secuil lahan tepi kali yang disulap jadi kebun sayuran mini. Di kebun ini, ditemukan tanaman bayam yang memang mudah tumbuh.

Tidak terasa 30 menit sudah saya menyusuri kali Grogol ini sampai akhirnya bertemu jalan raya arah Slipi Jaya. Nah di akhir jalan ini, sudah tidak banyak pohon besar di pinggir kali. Menurut pengakuan seorang teman, pohon yang ada di tepi kali jalan inspeksi kali Grogol ini sudah banyak yang ditebang. Ini bermula ketika banyak peristiwa hujan angin sekitar sebulan yang lalu. Demi alasan keselamatan manusia, maka keselamatan pohon yang tidak berdosa ini harus dikesampingkan. 

Perjalanan ini ditutup dengan suguhan secuil pemandangan indah di sebuah gang kecil tepi kali yang dihiasi beragam tanaman hias. Nampak di sana sebuah gazebo yang menghadap kali. Sepertinya ini bagian dari halaman rumah orang. Bayanganpun berandai menikmati teduhnya gazebo ini sambil tidur siang dan membayangkan indahnya kali Grogol ini suatu saat nanti. (Febri)   

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *