Tips Dongeng Anti Galau

Praktek bersama peserta
Dongeng di Ciliwung
Mendongeng bukanlah hal yang sulit jika kita mau mencobanya. Pengalaman didongengkan oleh orang tua ketika masih kecil tentu masih melekat di benak kita. Cara yang samapun secara tidak langsung akan kita tularkan ke anak-anak kita. 

Bagi yang belum pernah didongengkan orang tuanya, atau masih penasaran dengan cara mendongeng yang menarik, Resha Rashtrapatiji dari Klab Cekatan memberikan beberapa tips sederhana saat mengadakan Dongeng di Ciliwung dalam rangka peringatan Hari Lahan Basah Sedunia 2012. Tips ini dapat dipraktekkan dengan mudah, bahkan anak-anak sekalipun. Tentunya dengan semakin sering berlatih, kemampuan kita untuk mendongeng tentu akan semakin baik.

1. Ubah Suara Sesuai Karakter Tokoh
Pesan dari dongeng yang disampaikan tentu akan lebih berkesan jika bisa membuat pendengarnya mengingat setiap detil kisahnya. Membangkitkan kesan ini bisa dimunculkan dari permainan suara. Pelajari karakter yang didongengkan. Misalkan jika karakternya adalah anak-anak, ubahlah suara Anda layaknya suara anak kecil. Pun sebaliknya, jika karakter yang dibawakan adalah tokoh orang tua, seperti nenek, tirukan suara seorang nenek yang sudah renta.

2. Permainan Ekspresi Wajah 
Ekspresi wajah akan menyentuh pendengar, khususnya anak-anak. Sesuaikan ekspresi wajah ketika senang, sedih, bahagia, kecewa. Semakin kita piawai memainkan ekspresi wajah, pesan yang disampaikan akan ditangkap dengan jelas.

3. Gerak Tubuh
Sama seperti permainan ekspresi wajah, gerak tubuh juga sama pentingnya untuk menyampaikan pesan. Misalkan, ketika tokoh cerita sedang mendayung perahu, Anda bisa menggunakan tangan yang menirukan gerakan mendayung. Kombinasikan gerakan tubuh ini dengan ekspresi wajah untuk menguatkan peran yang sedang diceritakan.

4. Latar Suara
Suara tambahan selain suara karakter tokoh akan semakin menambah perubahan suasana cerita. Misalkan ketika pintu dibuka, Anda bisa menirukan bunyi engsel pintu “kriettt”. Ketika akan menggambarkan suasana hujan lebat yang disertai badai, Anda bisa menirukan suara tiupan angin yang kencang, derasnya hujan dan bunyi halilintar yang menggelegar. Semakin Anda lihai menggunakan suara latar, anak-anak tentu akan semakin tertarik menyimak kisah selanjutnya.

5. Ajak Anak Tentukan Alur Cerita
Anak-anak bukan obyek yang harus mendengarkan dan menerima apa yang kita sampaikan. Melakukan komunikasi dua arah sangat diperlukan. Posisikan mereka sebagai subyek dengan cara melibatkannya dalam alur cerita. Berilah peran kepada anak-anak dan juga kesempatan untuk menentukan isi cerita, bertanya dan bahkan mengemukakan pendapat. Usahakan melibatkan anak-anak  untuk membangun suasana yang menyenangkan, sehingga dongeng menjadi sebuah kegiatan yang berkesan. (Hendra Aquan – Transformasi Hijau) 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *