Ikan Jorok yang Disukai Orang Jepang

Boleophthalmus boddarti, jenis ikan gelodok
yang ditemukan di Taman Wisata Alam Angke Kapuk


Ada ikan yang bisa hidup di air? Sudah tidak aneh. Tapi ada ikan yang bisa hidup di air dan lumpur? Wah, memangnya ada ikan seperti itu ya? 

Ikan aneh ini adalah ikan gelodok. Orang Jakarta menyebutnya ikan boso atau ikan jorok. Walaupun disebut ikan jorok, ikan gelodok sangat populer di Jepang untuk dijadikan makanan. Orang Jepang percaya, daging ikan gelodok sangat baik untuk kesehatan terutama janin ibu hamil dan peningkat tenaga lelaki. 

Fakta Unik

Gelodok, belodok, belodog atau blodog adalah sekelompok ikan dari beberapa marga yang termasuk ke dalam suku Gobidae, anak suku Oxudercinae. Nama-nama lainnya adalah tembakul, tempakul, timpakul atau belacak (bahasa Melayu), gabus laut, dan lunjat. Dalam bahasa Inggris disebut mudskipper. Ikan-ikan ini senang melompat-lompat ke daratan, terutama di daerah berlumpur atau berair dangkal di sekitar hutan mangrove ketika air surut. Kebiasaan melompat di lumpur ini, dapat menjadi bukti prasejarah peralihan ikan ke amfibi. Percaya atau tidak, ikan gelodok sudah ada sejak 22,5 juta tahun yang lalu dan bertahan hingga sekarang.

Penasaran dengan wujud ikan gelodok, silahkan simak ciri-cirinya seperti berikut: 
  1. Kedua matanya menonjol di atas kepala seperti mata kodok
  2. Wajah dempak
  3. Sirip-sirip punggung terkembang 
  4. Badannya bulat panjang seperti torpedo
  5. Sirip ekornya membulat 
  6. Panjang tubuh bervariasi mulai dari beberapa sentimeter hingga mendekati 30 cm

Keahlian ikan aneh ini, antara lain: 
  1. Menghabiskan 90% waktunya untuk tinggal di daratan
  2. Dapat memanjat akar-akar pohon bakau
  3. Mampu melompat jauh
  4. Mahir berjalan di atas lumpur 


Keahlian tersebut didukung oleh adanya sirip dada yang sudah berevolusi menjadi seperti kaki yang kuat, dan bisa digunakan untuk berjalan di lumpur mangrove. Pangkal sirip dadanya berotot kuat, sehingga sirip ini dapat ditekuk dan berfungsi seperti lengan untuk merayap, merangkak dan melompat. 

Kemampuan bertahan di daratan ini didukung oleh kemampuannya ikan gelodok bernafas melalui kulit tubuhnya dan lapisan selaput lendir di mulut serta kerongkongannya. Kemampuan ini bisa optimal dalam keadaan lembab. Oleh sebab itu ikan gelodok setiap beberapa saat perlu mencelupkan diri ke air untuk membasahi tubuhnya. Ikan gelodok Periophthalmus koelreuteri setiap kalinya bisa bertahan sampai 7 hingga 8 menit di darat, sebelum masuk lagi ke air. Di samping itu, gelodok juga menyimpan sejumlah air di rongga insangnya yang membesar, yang memungkinkan insang untuk selalu terendam dan berfungsi selagi ikan itu berjalan-jalan di daratan.

Cara Hidup

Yang menarik ketika berenang, kedua mata ikan glodok ini tetap muncul di permukaan mirip periskop kapal selam dan kedua matanya mampu bergerak secara independent, jadi yang satu bisa melihat ke kiri dan yang lainnya bisa melihat ke kanan pada saat bersamaan. Selain itu, juga karena berada di luar rongga kepala, mata yang mereka miliki mampu melihat ke segala arah alias dapat berputar 360 derajat.

Hidup di wilayah pasang surut, gelodok biasa menggali lubang di lumpur lunak yang dimanfaatkan jadi sarangnya. Lubang ini bisa sangat dalam dan bercabang-cabang, berisi air dan sedikit udara di ruang-ruang tertentu. Ketika air pasang naik, gelodok umumnya bersembunyi di lubang-lubang ini untuk menghindari ikan-ikan pemangsa yang berdatangan. Ikan jantan memiliki semacam alat kopulasi pada kelaminnya. Setelah perkawinan, telur-telur ikan gelodok disimpan dalam lubangnya itu dan dijaga oleh induk betinanya. Telur-telur itu lengket dan melekat pada dinding lumpur.

Mau Cari Ikan Gelodok?

Ikan gelodok hanya dijumpai di pantai-pantai beriklim tropis dan subtropis di wilayah Indo-Pasifik sampai ke pantai Atlantik Benua Afrika. Ikan ini termasuk ikan yang paling tahan terhadap kerusakan lingkungan hidup dan dapat tetap hidup dalam kondisi yang tidak menguntungkan sekalipun.

Di Indonesia, ikan gelodok ditemukan oleh Harden Berg pada tahun 1935 di Sumatera dan Kalimantan dari jenis Periophtalmus sp dan sekarang telah tersebar luas di sepanjang pantai utara Jawa, segara anakan Cilacap dan Nusakambangan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Maluku. Saat ini telah teridentifikasi sebanyak 35 spesies ikan gelodok di Indonesia. Terbagi menjadi tiga kelompok besar, yaitu Boleophthalmus, Periophthalmus dan Periophthalmodon. 

Di Jakarta saat ini hanya ditemukan 2 jenis yaitu Boleophthalmus boddarti dan Periophthalmus chrysospilos. Jenis ini dapat ditemukan di Taman Wisata Alam Angke Kapuk hingga ke Hutan Lindung Angke Kapuk dan hidup di antara tumpukan sampah dan bahan pencemar lain yang menumpuk di muara Jakarta. Siapkan kameramu dan ayo kita cari ikan unik ini. (Ady Kristanto – Transformasi Hijau)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *