21-22 Januari Kemping di Ciliwung

Mungkin bagi sebagian orang pertama kali denger “Kemping di Ciliwung” terasa aneh, ‘ngapain di ciliwung, gk ada tempat lain, disana kan banyak sampah, pasti tempatnya gk enak, bau dan segala macam persepsi buruk orang yang gk tau potensi di ciliwung’. Semua itu hanya omongan yang mereka lihat secara fisik tanpa mereka rasakan sensasinya tersendiri ketika berada di Ciliwung.
Kemping di Ciliwung

Sebuah acara untuk lebih mengenal alam, terutama potensi apa saja yang ada di Ciliwung Bojonggede, dan membuang jauh-jauh persepsi buruk mengenai Ciliwung. Acara ini berlangsung tanggal 21-22 Januari 2012 yang diikuti dari berbagai macam komunitas dan sekolah di antaranya ANGSANA IPB, TGG, YT, GC UI, LMC, SMAN 32, SMK 24, SMK 20, dan tentunya masih banyak lagi ^_^ ( maaf gak hafal semuanya yg ikut, hehehe).

Kesadaran masyarakat akan potensi yang ada di Ciliwung sangatlah minim, dan acara ini memberi kita banyak ilmu mengenai potensi apa saja yang dapat di gali di ciliwung. dan ternyata BANYAK SEKALI 🙂 okee kita mulai ceritanya 🙂
Sebelum tgl 21, aku (Ulfah) dan temen-temen SMA 32 udah janjian ama ucup dan teman-teman SMK 24 juga TGG buat berangkat bareng. Ucup bilang “kita berangkat jam 8 ya, udah di Stasiun Pasar Minggu jangan NGARET” tapi apaan dia yang bilang jangan ngaret malah dia yang ngaret. Setibanya di stasiun, aku sama temen-temen SMA 32 nunggu lumayan lama. Terus  tiba-tiba ada orang cowo tuh dateng dan aku sama Nabilah kaya pernah lihat orang itu tapi di mana ya, tapi gak penting dia mah hehehe (bercanda ya kak Iting). Terus gak lama temen-temen dari TGG nyampe, aku pikir Ucup dateng bareng  TGG. Eh gak taunya kita harus nunggu lama lagi. Hadeh cape banget. Sampe akhirnya Ucup nyampe sekitar jam 9. Parah lama banget.. tapi mungkin Ucup bales dendam yang di Ancol karena gantian dari SMA 32 yang telat hehehe
Nah, pas Ucup nyampe langsung beli tiket dan kita berangakat rame-rame dari stasiun Pasar Minggu menuju Bojonggede. Di perjalanan aku sama yang lain pada mikirin gimana tempat kempingnya nanti, karena aku baru ikutan acara TRASHI yang kemping hehehe maklum sibuk udah kelas 3. Bagitu sampai di sana perjalanan ke dalem kempingnya ujan jadi ya sedikit basah-basahan. Pas nyampe di TKP, cape yang aku rasain tadi hilang gitu aja dan aku makin gak sabar untuk acara cepat-cepat dimulai. Eh, gak taunya di sana ada tuh cowo yang aku sama temen-temen SMA 32 temuin. Ternyata dia ikutan acara ini juga namanya kak Iting hehehe (kaya kenal). Pas persiapan acara, aku, Dewi, Hanan, Ucup (Young Transformers-YT) disuruh jadi pembimbing kelompok yang akan dibagi 5 nantinya. 

Setelah terbagi 5 kelompok, aku dan anak YT lainnya bergabung dengan kelompok masing-masing. Kemudian, seluruh peserta menuju tempat kemping yang sesungguhnya untuk mendirikan tenda. Setelah selesai, acara dimulai dengan menuju pos-pos yang telah di tentukan. Kebetulan aku membimbing kelompok 1. Dan dimulai jalan ke posnya..
Pos 1 : pos mengenai burung dengan pemateri kak Agnes dan kak kaya kenal hehe (kak Iting). Di sana kami diberikan ilmu mengenai bagaimana mengamat burung yang baik dan benar, belajar membuat sketsa burung, mengidentifikasi burung dan harusnya pengamatan sekalian tapi karena udah jam 12 kurang biasanya burung jarang berterbangan, maka pengamatan direncanakan esok paginya.
Pos 2 : pos mengenai vegetasi dengan pemateri kak Febri. di pos ini kami diberikan ilmu mengenai vegetasi yang ada di Bojonggede, dengan didampingi bapak dari Bojonggede. Di sana terdapat banyak tumbuhan obat, bambu, dan lainnya. Kami diberi tahu fungsi dari berbagai macam tumbuhan di sana. Karena waktu telah menunjukan waktu istirahat untuk sholat dan makan, maka acara istirahat sebentar. Setelah selesai kami melanjutkan lagi ke pos berikunya, SEMANGAT 🙂
Pos 3 : pos mengenai air dengan pemateri kak Hendra dan biolanya hehehe. Nah di pos ini sedikit berbeda, kami menemukan seorang musisi sedang mencari inspirasi di pinggir sungai Ciliwung hehe. Ya di sana kak Hendra menjelaskan tentang air, perjalan air hingga Jakarta, tentang ilmu-ilmu kimia, fisika, dan biologi juga ada tentang ekosistem yang hidup di air sungai ciliwung.
Pos 4 : pos mengenai serangga dengan pemateri kak Gilang dari IPB. Di pos ini kak Gilang menjelaskan mengenai, apa itu serangga, bagaimana cirinya, pengawetan serangga, serta memperlihatkan beberapa  kupu-kupu awetan yang telah disiapkan kak Gilang. Kupu-kupu yang dibawa telah diawetkan sekitar 3 tahun yang lalu. Kami mendapat penjelasan panjang lebar mengenai kupu-kupu, capung, jangrik, dan serangga lainnya.
Pos 5 : pos mengenai herpet dengan pemateri kak Seken. Nah di pos ini kami dapet pembekalan mengenai herpet dan materi ini juga materi yang pernah dikasih waktu aku  nginep di Angke. Karena di malemnya kita akan nyari herpet bareng-bareng dan ini adalah pos terakhir yang dikunjungi, maka kami beristirahat lalu beres-beres untuk nyari herpet bareng di malam hari.
Pas kita istirahat ada kumpulan anak kecil ikutan nimbrung sama kita, mereka menghibur banget. Kita kaya ada di pencarian “Idol Ciliwung.” Anak kecil itu ternyata bisa menirukan gaya dance boyband dan girlband Indonesia maupun Korea.. woow amazing 🙂 anak jaman sekarang ternyata begini huh… pedenya jempol dah 🙂
Ya, malem hari tiba, saatnya nyari herpet bareng-bareng. Setelah dibagi kelompok, aku dapet kelompok yang dibimbing sama kak Seken dan kak Agnes. Kelompok aku dapet 2 ekor kodok, 1 cicak hutan dan 2 bunglon. Tangkapan yang lumayanlah 🙂 karena keadaan mendung mungkin herpetnya pada ngumpet takut kehujanan, hehe

Setelah semua kelompok kumpul di sana, kak Seken memberikan identifikasinya mengenai herpet yang udah didapetin tiap-tiap kelompok. Setelah semua selesai, herpet yang ditemukan dikembalikan ke tempat semula ditemukan. Kembali semuanya ke tenda untuk menonton tayangan TRASHINEWS dan sharing bareng YOUNG TRANSFORMERS (YT). Berhubung udah malem, para peserta tidur di tendanya untuk kembali kegiatan esok pagi.


Berfoto Bersama Idol Ciliwung di Tenda

Di balik sebuah musibah pasti ada hikmahnya 
Matahari telah terbit, cuaca yang pas untuk mengamati burung yang ada di sekitar Bojonggede. Kami mengamati burung dari atas jembatan, karena bino nya hanya sedikit, jadi hanya beberapa orang saja yang menggunakan nya. Kami terus berdiri di jembatan sambil melihat-lihat ke langit. Di jembatan ini banyak transportasi lewat, saat kami sedang asiik duduk dan bercanda ria, tiba-tiba motor akan melintas dan otomatis kami akan berdiri secepat mungkin. Entah bagaimana bisa terjadi, jembatan tersebut telah memakan korban berupa handphone warna biru milik dari HANAN NABILAH ( jika ingin tau ceritanya harap bertanya pada pemilik hp). Kemudian hp itu langsung nyebur, tapi katanya gak ada yang denger suara nyemplungnya hp. Ya sabar ya Nan, mungkin udah takdir dan bagus jadi punya kenangan spesial di jembatan itu hehehe. Tapi inget aja di balik sebuah musibah pasti ada hikmahnya 🙂 dan kakaknya langsung pada nyariin tapi wassalam hpnya teyep gak ketemu, sabar ya 🙂
Tiba saatnya thubbing yeee..

Pas thubbing kita dijelasin sama kak Indri bagaimana prosedur yang safety saat thubbing nanti, setelah semua jelas saatnya thubbing 🙂 Awalnya kami nyebur bareng-bareng pegangan tangan rame-rame tapi entah kenapa pas jeram pertama misah gitu aja, aku sebenernya rada takut dan panik karena baru  pertama kali thubbing, tapi seruu 🙂 Malah pas mau naro pelampung diajak kak Ichay buat main lagi. Ya udah akhirnya aku sama Nabilah main lagi sampe 3 kali malah bareng kakak-kakak dari Cibinong hehehe seru-seru-seru-seru-seru banget 😉
Karena aku, Nabilah, Dewi paling terakhir untuk bersih-bersih diri, jadi gak ikutan foto bareng 🙁 padahal pengen banget, tap tak apalah 🙂 semua tetep seru, asiik dan susah untuk aku lupakan. Thanks untuk semua yang telah berpartisipasi dalam “Kemping di Ciliwung.” kapan-kapan kita bertemu lagi ya.. 🙂 (Ulfah Wulandari – Young Transformers)

Sumber tulisan: http://on.fb.me/zMeA4v

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *