Nimbrung di Ciliwung Ramai Pengunjung

Diskusi tentang kondisi Ciliwung dan solusinya

Jakarta – “Kondisi sungai kita kian meradang”. Itulah landasan para jejaring komunitas Jakarta menggagas sebuah acara yang bernama ‘Nimbrung Di Ciliwung’. Acara yang dilaksanakan Minggu (20/11/11) di kawasan Sungai Ciliwung Condet  ini diprakarsai beberapa komunitas Jakarta yang peduli pada Sungai Ciliwung. Komunitas tersebut diantaranya adalah Komunitas Ciliwung Condet (KCC), Transformasi Hijau (TRASHI), Green Camp Halimun (GCH), Teens Go Green (TGG), Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (KOPHI), Sampoerna School of Education (SSE), Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI), Line Magic Community (LMC). Collaboration with Friends (CWF), Jakarta Glue, Media Komunitas SuaraJakarta.com, serta beberapa komunitas partisipan lainnya.
Secara garis besar acara ini bertujuan ntuk menimbulkan kesadaran masyarakat akan pentingnya fungsi sungai yang bersih bagi kehidupan kita. Acara yang bertepatan dengan hari pohon sedunia ini juga mengupayakan pelestarian tanaman Salak Condet dengan penanaman bibit Salak Condet di lokasi sekitar oleh pejabat kelurahan setempat dan ketua komunitas Ciliwung Condet, Abdul Kodir.
Acara yang dihadiri sekitar lebih dari 100 peserta ini dimulai dengan Trash Buster (Mulung sampah di Ciliwung). Para peserta diajak untuk ikut menjaga kebersihan Sungai Ciliwung dengan memunguti sampah yang ada di sungai dan di sekitarnya. Setelah itu masing-masing komunitas  mengisi acara dengan berbagai kegiatan yang diantaranya adalah edukasi pemilihan sampah, workshop fotographi, pengamatan burung dan herpet dll. Peserta juga diajak mengarungi sungai Ciliwung dengan menggunakan perahu mesin,kano, dan getek yang telah disediakan panitia. Panitia juga mengajak para peserta untuk menjelajah kampung sekitar Sungai Ciliwung sambil memunguti smapah yang berserakan disekitarnya.
Para peserta juga dihibur dengan penampilan musik, storry telling (dongeng), dan penampilan sulap. Acara ditutup dengan menonton film tentang Sungai Ciliwung tempo dulu. Dalam film tersebut menunjukkan Sungai Ciliwung yang bersih tanpa sampah satupun dan masih menjadi pusat kebutuhan MCK masyarakat sekitar. Akankah Sungai Ciliwung kita saat ini bisa kembali kepada fungsi awal nya sebagai sumber utama kebutuhan air masyarakat? Semuanya bergantung kepada apa yang kita lakukan. Save Our Ciliwung…!!!

Penulis: Iwan Kurniawan | SuaraJakarta.com

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *