Monitoring Aves&Herpet

Sabtu, 30 April 2011. Sekitar pukul 18.05 kami (Afriyani, aku, Nabilah, dan Ulfah) mengarungi jalan menuju Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA). Sesampainya di sana, dengan santainya aku melenggang masuk ke dalam (baris paling depan) sambil mengucapkan “Assalamuailaikum” dengan kerasnya haha tapi pas udah masuk ck gila, zooooooooooonk sepi banget, suasana tiba-tiba jadi mencekam huuu akhirnya aku balik badan dan langsung ngibrit ke luar. Si Ari, Nabilah sama Ulfah jadi ikut-ikutan lari deh hahahahahah kita bingung mau minta temenin sama siapa untuk masuk ke SMMA nya. Akhirnya agak terpaksa nunggu kak Ichay sama yang lain di luar (cukup sabar).

Hemm piknik lah kita di pinggir jalan, snack-snack kita keluarin buat dimakan bareng-bareng haha serasa gembel -.- Awalnya jengkel juga sih, lagian nelfon kak Ichay gak diangkat-angkat, nelfon kak Cecil nomornya gak aktif 🙁 Sampai akhirnya datang sebuah taksi biru yang berhenti tidak jauh dari tempat kami piknik ala pinggir jalan. Di taksi tersebut turun seorang anak laki-laki lalu berjalan menuju tempat kami berada. Ternyata dia adalah mahasiswa IPB yang bernama kak Seken, dia yang akan menyampaikan materi kepada kami tentang herpet.

Masuklah kita ke dalam SMMA dengan dipimpin oleh kak Seken. Pas masuk kita disambut meriah sama nyamuk-nyamuk yang enggak nanggung-nanggung banyaknya… ckck mulai deh garuk-garuk kaya orang gak mandi (padahal emang bener gak mandi) hahahaha ups…

Tiba-tiba di saat itu datang sosok yang menyeramkan membawa motor, dan Anda semua tau siapa orangnya? Pasti udah pada tau kan kalo sosok itu adalah kak Ichay hahahahah pis kak. Lalu disusul dengan kedatangan teman-teman dari SMKN 24 beserta ibu gurunya dan kak Cecil.

Sekitar pukul 19.40, kak Seken memulai penyampaian materinya kepada kita yang masing-masing pada sibuk garuk-garuk kaki, garuk-garuk muka heheee nah sekitar jam 20an kita memulai monitoring herpetnya. Kami dibagi menjadi 2 kelompok. Aku sekelompok dengan Ari, Ulfah, Nabilah, Ayub, Akbar, kak Cecil dan 2 kakak yang aku lupa namanya hehe maaf ya kak.

Gak lama kemudian ada seekor kodok atau katak (aku lupa) lagi diem di pinggir selokan akhirnya yang ahli perkodokan (Akbar) menangkap dengan cepat, HAP! Lumayan banyak loh yang kita tangkap. Setelah tidak menemukan lagi katak dan kodoknya, kita bergegas kembali ke SMMA. Kelompok yang lain ternyata sudah sampai duluan dan mereka mendapatkan seekor kura-kura loooh. Hebat yaaaa… !

Sungguh makan malam (entah makan malam atau sahur) yang amat sangat sangat amat aneh. Makannya sambil ngucek-ngucek mata, nguap, matanya udah kaya orang habis mabuk saking ngantuknya. Mungkin nelan makanannya sambil gak sadar juga kali tuh haha. Ya udah selesai makan langsung tidur. Selama tidur antara nyenyak dan gak nyenyak. Gak nyenyaknya karna 1. Nyamuk bener-bener gak ada capeknya bikin aku sibuk, 2. Bising karna suara kendaraan yang lalu lalang di luar -.- 3. Ada yang tidurnya ngorok-,- hadeeeeeh gak nahan

Biawak Varanus salvator yang ditemukan di SMMA

Minggu, 1 Mei 2011 sekitar pukul 06.00 aku dibangunin sama Ari. Aku cuci muka, sikat gigi (mandinya belum) 😀 terus melanjutkan monitoring aves (burung). Sebelumnya, kita diberi materi kembali oleh kak Agnes dan kak Ebi tentang ekosistem. Aku, Nabilah, Ulfah, dan Akbar lebih memilih untuk menjadi kelompok ekosistem. Sambil mendengarkan kak Ebi menjelaskan tentang ekosistem di SMMA, aku menggambarkan denah ekosistemnya.

Setelah itu kami mandi, merapihkan gambar yang dibuat tadi, terus presentasi. Setelah kegiatannya selesai semua kita bergegas untuk  pulang ke rumah masing-masing. Sebelumnya kami makan siang dulu di salah satu warteg di pinggir jalan tidak jauh dari pintu masuk SMMA. Selama makan di tempat itu penuh canda dan tawa karna ada suatu sinyal ketertarikan antara penjualnya (cewe) sama kak Ichay hahahah yihiy prikitiw.

Terimakasih buat kakak-kakak yang udah mau berbagi ilmu kepada kami dan terimakasih juga buat TRASHI yang sudah membuat kegiatan lapangan yang seru kayak gini walaupun kita harus membawa bentol-bentol di badan sebagai oleh-olehnya hahahahah tapi aku gak akan kapok selama kegiatan ini bermanfaat bagi aku dan untuk semua 🙂 Hidup bentol! (Dewi Cahyani – volunteer TRASHI)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *